Tiga Skill Utama yang Wajib Anda Kuasai Saat Ingin Menjadi Public Speaker atau Trainer

Seusai seminar atau training biasanya ada audiens yang mendekat ke saya dan bertanya “Pak, saya juga ingin memulai karir sebagai pembicara. Bagaimana ya cara memulainya?” Simak jawaban komplitnya dalam artikel berikut ini.

menjadi public speaker

Memulai karir menjadi public speaker, bagaimana ya caranya?

Pertanyaan di atas terdengar simpel, akan tetapi jawabannya bisa panjang sekali dan berbeda-beda šŸ™‚ Tiap speaker / trainer bisa memiliki jalan dan cara berbeda dalam memulai karir mereka. Di artikel ini saya akan mencoba berbagi apa yang saya lakukan.

Nah, sebelum saya jabarkan hal – hal apa saja yang Anda butuhkan dalam memulai karir ini, saya akan bagikan dahulu kesalahan persepsi yang sering terjadi pada mereka yang ingin menjadi public speaker.

Salah Persepsi yang sering Terjadi

Kebanyakan orang yang bercita – cita ingin menjadi public speaker adalah mereka yang memiliki hobi belajar dan mengajar atau mereka yang suka tampil berbicara di depan umum (public speaking). Mereka sudah terbiasa presentasi sehingga menikmati aktivitas-nya dan ingin menjadikannya sebagai profesi.

Istilah kerennya mereka ingin menjadikan aktivitas public speaking ini sebagai dream job mereka.

Dahulu saya juga sama persis seperti itu. Bagi saya menjadi public speaker seakan-akan perpaduan dari dua profesi yang unik yaitu:

  • Guru / dosen. karena yang kita lakukan adalah belajar dan mendalami suatu ilmu dan setelah itu mengajarkannya pada orang lain
  • Artis sinetron / penyanyi musik rock. karena dalam sesi seminar, training kita musti benar-benar perform seperti dalam sebuah show (belum lagi seusai acara sering diajak berfoto atau dimintai tanda tangan šŸ™‚ )

Apalagi kalau audiensnya seperti ini.. benar-benar serasa jadi artis sinetron kondang

Belum lagi kesempatan untuk bisa keliling Indonesia (bahkan dunia), tinggal di hotel berbintang plus dibayar lagi. Inilah yang akhirnya menjadikan profesi ini benar-benar menarik. Bayangkan saja dengan kemampuan public speaking yang mumpuni, Anda bisa mencapai semua hal itu. Keren nggak?

Akan tetapi ternyata saya salah

Kemampuan public speaking yang mumpuni saja tidaklah cukup. Bahkan jikalau Anda nekat terjun ke bidang ini hanya dengan berbekal skill Ā itu saja, bisa – bisa Anda menyesal nantinya.

“Lohh Pak, kok bisa begitu?”

Karena hal tersebut bukanlah faktor utama yang membuat orang rela membayar tiket masuk seminar atau membuat perusahaan menyewa jasa Anda untuk memberikan training pada karyawan mereka.Ā Orang atau perusahaan tidak rela membayar (apalagi dalam nilai investasi yang premium) hanya untuk mendengarkan sebuah presentasi yang menarik.

Ingat! Di sini saya bukan berkata kemampuan public speaking itu tidak penting, akan tetapi saya berkata bahwa memiliki skill public speaking saja tidaklah cukup. Inilah yang sering menjadi salah persepsi kebanyakan orang yang ingin memulai karir menjadi public speaker.

Kesalahan persepsi yang sering terjadi: Orang mengira menjadi public speaker itu hanya serta merta cukup memiliki kemampuan public speaking yang jago.

Faktor utama yang membuat orang atau perusahaan rela membayar jasa Anda adalah ketika Anda mampu memberikan manfaat (value) kepada mereka.

Manfaat ini bisa saja berupa:

1) Memecahkan masalah yang mereka miliki

Katakanlah saja si Anto selama ini bekerja sebagai sales di sebuah perusahaan, dari hari ke hari dia mengalami kesulitan dalam menjual produk. Penolakan demi penolakan dia hadapi. Jikalau hal ini berlangsung terus menerus tentunya bisa-bisa dia kehilangan pekerjaannya.

Oleh karena itu dia memutuskan untuk mengikuti sebuah training tentang cara menjual yang benar. Apa harapan dia setelah mengikuti training ini? Tentunya bukan hanya sekedar menonton cara presentasi trainernya yang menarik.

Dia berharap bahwa apa yang dia dapat di training akan memecahkan masalah yang selama ini dia alami (kesulitan menjual). Dengan kata lain dia berharap akan mendapat sebuah result atau hasil nyata.

2) Membantu mereka mendapatkan hasil yang mereka inginkan

Katakanlah si Budi yang selama ini hidup sebagai karyawan perusahaan. Kendala yang dia alami adalah jam kerja yang panjang dan seringnya tugas ke luar kota. Budi ingin memulai sebagai wiraswasta toko online sehingga memiliki jam kerja yang lebih fleksibel dan lebih banyak waktu bersama keluarga.

Oleh karena itu Budi memutuskan untuk mengikuti sebuah workshop tentang memulai usaha toko online. Harapannya adalah setelah mempelajari cara – cara yang tepat, maka dia bisa mengubah hidupnya dari yang pekerja kantoran menjadi wirausaha dan bahkan seorang milyarder toko online.

“Hmm… ternyata begitu ya Pak, skill public speaking yang mumpuni saja tidaklah cukup. Kalau begitu skill apa lagi yang perlu saya kuasai untuk memulai di karir ini?”

Okay setelah ini akan saya berikan gambaran besar tiga skill utama yang wajib Anda kuasai untuk memulai karir menjadi public speaker

Tiga Skill Utama untuk Menjadi Public Speaker

1) Expertise di topik yang Anda pilih

Inilah yang sering dilewatkan kebanyakan orang ketika mereka ingin menjadi public speaker. Biasanya setelah mendapat pertanyaan “Bagaimana memulai karir sebagai public speaker”, saya akan balik bertanya “Okay, jadi bidang / topik apa yang ingin dipilih?”

Dan banyak yang lantas menjawab “Nah.. itu dia Pak, saya juga masih belum tahu” @_@

Untuk bisa memberi manfaat atau value kepada audiens, maka Anda benar-benar harus menjadi expert / ahli di topik yang Anda pilih. Expertise inilah yang nanti Anda gunakan untuk membantu mereka memecahkan masalah yang dihadapi atau mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Coba yuk kita lihat beberapa profil pembicara berikut ini beserta bidang expertise mereka:

  • Hermawan Kartajaya – marketing
  • Ade Rai – kesehatan
  • Ayah Edy – parenting

Mereka akan berbicara di topik pilihan mereka tersebut dan tidak bisa ditukar – tukar. Bayangkan ketika Pak Hermawan diminta bicara tentang bagaimana membentuk perut six pack, pasti aneh kan?

Untuk di awal karir saran saya pilihlah satu topik dan berkonsentrasilah membangun branding dan authority Anda di topik tersebut. Saya sendiri memulai dengan topik ilmu presentasi atau public speaking, setelah itu barusan saya memilih topik yang kedua yaitu komunikasi.

Anda tidak bisa menjadi pembicara dengan konsep toko serba ada, misal: Topik motivasi? Bisa. Topik maketing? Bisa. Topik cara melangsingkan tubuh? Juga Bisa. Bisa – bisa branding Anda jadi kalau balau. Saran saya barulah jelajahi topik baru setelah Anda mantap menjadi expert di satu topik.

2) Skill Mentransfer Expertise Anda ke Audiens

Pernah nggak Anda ikut kuliah bersama dengan seorang profesor? Dia jago banget di topik yang dia bawakan, ditanya apapun mengerti jawabannya, ibaratnya dia seolah menjadi kamus berjalan. Akan tetapi ketika dia bicara di depan kelas tidak ada seorang pun yang mengerti apa yang dia maksudkan.

Yang ada adalah audiens yang menatap dengan pandangan kosong, terbengong-bengong dan bahkan banyak yang sedang berjuang keras menahan kantuk.

Itulah yang terjadi ketika expertise di satu topik tidak dibarengi dengan skill untuk mentransfer expertise. Dalam hal ini orang sering berkomentar “Kepandaiannya dimiliki sendiri”.

Jikalau Anda menjadi public speaker, skill yang dimaksud dalam konteks ini tentunya adalah kemampuan public speaking atau presentasi. Anda perlu menguasainya sehingga bisa menyampaikan materi secara simpel, terstuktur, mudah diterima dan menghibur.

Jikalau Anda hendak belajar lebih lanjut tentang skill ini silahkan kunjungi blog pribadi saya diĀ link berikut ini. Di sanalah saya menulis dan membahas lebih detil tentang cara-cara mengembangkan skill public speaking.

Ingin Menjadi Infopreneur yang Komplit?

Jikalau Anda ingin menjadi seorang infopreneur yang komplit (orang yang mampu mengubah pengetahuan, keahlian dan kemampuan Anda menjadi bisnis berkelanjutan), maka jangan membatasi diri Anda dengan satu skill transfer expertise saja.

Public speaking bukanlah satu-satunya cara untuk membagikan expertise yang Anda miliki. Anda juga bisa belajar bagaimana cara menulis, blogging, podcasting, video shooting, coaching dll. Dengan bervariasi cara transfer pengetahuan yang Anda milikiĀ maka semakin banyak pula cara atau media di mana Anda bisa berinteraksi dengan audiens.

Media-media yang berbeda tersebut akan semakin memperkuat positioning Anda sebagai expert dan membantu proses marketing produk dan jasa Anda.

3. Skill Memarketingkan Produk dan Jasa yang Anda Miliki

Memiliki dua skill sebelumnya tanpa ditunjang skill yang ketiga ini akan membuat apa yang Anda lakukan hanya sebatas hobi saja. Bagaimanapun jugaĀ Anda tetap harus belajar cara memarketingkan diri dan membuat produk/ jasa Anda dikenal banyak orang.

Mengapa demikian?

Karena jikalau tidak memiliki sistem marketing yang jelas berarti Anda hanya mengandalkan satu strategi yang bernama hope marketing šŸ™‚ , artinya hanya berharap ada calon klien yang menemukan Anda, entah karena dengar dari teman atau kebetulan saja bertemu langsung Anda.

Dalam perspektif sebuah bisnis, tampaknya ini bukan strategi yang cukup bagus untuk senantiasa berkembang.

Skill marketing inilah yang sering menjadi kendala utama bagi mereka yang ingin memulai karir menjadi public speaker. Skill pertama (expertise di topik Anda) dan kedua (public speaking) masih relatif mudah untuk ditemukan dan dipelajari, akan tetapi di skill marketing inilah banyak orang merasa kebingunganĀ menemukan tempat untuk belajar.

Untuk itulah sebenarnya kami membangun Infopreneur Academy.Ā Kami ingin membantu AndaĀ yang ingin menjadi public speaker atau trainer untuk bisa memulai karir dan menjadikan hal ini sebagai bisnis berkelanjutan.

Secara garis besar pendekatan yang kami gunakan adalah dengan membangunĀ online platform, di mana Anda bisa membangun expertise sekaligus membuat diri Anda lebih dikenal banyak orang. Di situlah juga tempat Anda membangun audiens yang akan menjadi calon klien Anda.

Ketika sistem ini Anda bangun dengan benar maka tidak mustahil bagi Anda untuk bisa menjual workshop dengan harga premium tanpa harus bayar mahal untuk iklan koran atau radio. Untuk pembahasan lebih lengkap tentang hal ini, silahkan Anda cek artikel berikut ini.

Saat Anda benar-benar ingin memantapkan karir menjadi public speaker, maka saran saya adalah segera pelajariĀ dan kuasai ketiga skill utama di atas.

Carl Newport dalam bukunya “So Good They Can’t Ignore You” mengatakan bahwa bermodal passion saja dalam menjalani suatu profesi tidaklah cukup. Sama halnya dengan ketika Anda ingin menjalani profesi sebagai public speaker, bermodal passion suka mengajar dan berbagi saja tidaklah cukup.

Untuk sukses menjadi public speaker, dedikasikanlah tenaga dan waktu Anda untuk menguasai tiga skill utama tersebut. Belajar, terapkan dan praktekkan sampai akhirnya Anda menjadi benar – benar cakap, benar – benar baik sampai orang lain pun tidak bisa menghiraukan diri Anda lagi.

So… What’s Next?

Saat Anda ingin menjadi seorang infopreneur yang memiliki bisnis berkelanjutan dan bisa berjalan tanpa kehadiran Anda, ternyata menjadi seorang public speaker saja tidaklah cukup. Public speaking hanyalah satu komponen dari keseluruhan bisnis seorang infopreneur.

Bagian – bagian lain yang bisa membentuk dan mendukung Anda menjadi seorang infopreneur adalah menulis, membuat online course, atau menjadi coach. Berikut adalah beberapa contoh di mana bagian – bagian tersebut bisa melengkapi karir Anda sebagai seorang public speaker:

  • Buku atau artikel blog yang Anda tulis bisa membantu Anda untuk memasarkan jasa seminar atau training yang Anda miliki
  • Online course yang Anda buat bisa menjadi sumber passive income. Bagaimanapun juga waktu Anda terbatas, Anda tidak bisa menerima semua tawaran seminar atau training yang masuk
  • Melalui coaching, Anda bisa membantu lebih lagi individu yang membutuhkan pembelajaran yang lebih intensif

Untuk informasi lebih detil tentang bagaimana langkah sukses menjadi seorang infopreneur, Anda bisa subscribe ke free video series yang membahas lebih detil tentang langkah – langkah dan sistem ini. Untuk subscribe, silahkan kunjungiĀ link berikut ini.

David Pranata
 

Halo, Saya David Pranata seorang speaker, trainer dan writer di bidang komunikasi dan presentasi. Di Infopreneur Academy ini saya ingin membantu mereka yang akan memulai karir sebagai pembicara atau penulis supaya bisa menjalani karir yang mereka impikan sekaligus membangun bisnis berkelanjutan.